Adakan Pelatihan Guna Merespon Dinamika Perkembangan SPMI 4.0.

Rabu (18/11) Badan Penjamin Mutu (BPM) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menggelar pelatihan Sistem Penjaminan Mutu Era 4.0 di Mini Teater, GKB 2 Kampus 1 Umsida. Kegiatan berlangsung selama 2 (hari) yang dibuka langsung oleh Kepala BPM serta turut menghadirkan Munawwar Khalil, M.Ag. dari Majelis Diktilitbang sebagai Narasumber. Munawwar menyampaikan rasa bangganya atas fasilitas baru yang dimilik Umsida yaitu mini teater.

Dalam kesempatannya, Ia mengatakan bahwa revolusi SPMI 4.0 ini menyesuaikan dengan perkembangan pendidikan tinggi dan pembaharuan peraturan perundang-undangan dibidang pendidikan tinggi, khususnya dalam merespon Permenristekdikti No. 32 tahun 2016 serta Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS). Beliau juga menyampaikan materi Luas Lingkup Manual SPMI dan Standar Mutu yang meliputi konsep, Pedoman Penetapan, Perumusan Standar serta Dokumen Standar.

Diselenggarakan pelatihan ini BPM berharap dapat membantu pelaksanaan tata kelola universitas untuk dapat menyusun, mengiplementasikan, mengevaluasi serta melakukan tindak lanjut perbaikan dan tata kelola universitas mampu mengikuti basis mutu yang telah terstandar. (cr/mei)

Untuk Meningkatkan Kualitas Penyusunan Akreditasi Program Studi, BPM Hadirkan Assesor BAN-PT

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) menetapkan standar baru dalam sistem akreditasi program studi yakni Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) versi 4.0. IAPS 4.0 inipun disusun guna memenuhi tuntutan peraturan perundangan terkini, dan sekaligus sebagai upaya untuk melakukan perbaikan berkelanjutan dan menyesuaikan dengan praktik baik penjaminan mutu eksternal yang umum berlaku. Nah, tujuan utamanya pengembangan IAPS ini adalah sebagai upaya untuk membangun budaya mutu di Perguruan Tinggi lebih maksimal.

Dengan ini BPM (Badan Penjamin Mutu) UMSIDA mengundang assesor BAN-PT yakni Dr. Adam Pamudji Raharjo, M.Eng atau akrab disapa dengan sebutan Pak Adam selaku pemateri dalam acara yang berlangsung selama 2 hari (16-17 November 2019). Dalam penyampaian tentang Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) versi 4.0 yang dihadiri oleh jajaran pejabat struktural dilingkungan umsida meliputi kepala direktorat, Dekan, Wakil dekan, Kepala program studi,  Kepala Laboratorium serta GJM dan UJM.

Penjelasan yang dijabarkan oleh pemateri dalam garis besarnya adalah IAPS 4.0 ini berorientasi pada output dan outcome dan terdiri dari 2 bagian yakni Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) dan Laporan Evaluasi Diri (LED). LKPS berisi data kuantitatif yang secara bertahap akan diambil dari Pangakalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti). Indikator ini disusun BAN-PT secara khusus dengan mempertimbangkan kekhasan program studi tersebut.

Sedangkan LED merupakan dokumen evaluasi yang disusun secara komprehensif sebagai bagian dari pengembangan program studi, yang tidak hanya menggambarkan status capaian masing-masing kriteria, tetapi juga memuat analisis atas ketercapaian atau ketidaktercapaian suatu kriteria. Dengan demikian upaya peningkatan mutu secara berkelanjutan dalam upaya membangun budaya mutu, dapat segera terwujud. (cr. asma/mei)

Tentukan Langkah Setahun ke Depan, Umsida Lakukan Strategi Penguatan

Menentukan langkah strategis untuk percepatan kualitas kampus bukan hal yang mudah. Dibutuhkan perencanaan dan kerja tim yang kuat untuk mewujudkannya.
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggagas strategi itu dalam Rapat Kerja (raker) untuk satu tahun ke depan di Hotel Spencer Geen Bumiaji-Batu (23-24/8/2019).
Merujuk pada salah satu ayat Al Qur’an untuk selalu berlomba-lomba dalam kebaikan, Rektor Umsida Dr Hidayatulloh MSi menekankan kepada seluruh pejabat struktural, “Semua harus melakukan kebaikan secara terus menerus, tidak hanya baik namun yang terbaik, kita harus memiliki kesadaran kolektif,” tegasnya saat memberikan arahan (23/8/2019).
Menjadikan Umsida kampus yang terekognisi ASEAN pada 2038 tidak bisa dianggap main-main, perlu dilakukan pemetaan prioritas dan penerjemahan perencanaan, “Skala prioritas telah dibuat dalam Rencana Induk Pengembangan (RIP) Umsida dan diterjemahkan dalam Renstra untuk ditentukan Indikator Capaian Strategis (ICS) di masing-masing Unit dan Fakultas di lingkungan Umsida,” ujarnya sembari memotivasi para pejabat struktural.
“ICS itu akan menjadi dasar dalam pembuatan Rencana Operasional (Renop) Umsida yang seluruhnya telah terintegrasi dan berbasis desain, Universitas yang maju adalah universitas by desain bukan by renponsif,” tegasnya. (Nds/dian)

Inovasi Umsida dalam SNI Award 2019

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) tahun ini terpilih untuk On Site Evaluation SNI Award 2019.

On site evaluation berlangsung selama dua hari, senin – selasa (16-17/9).  Penghargaan yang diberikan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) mendapat sambutan positif civitas akademika Umsida.  Tim elevator BSN diwakili oleh M Rosiawan dan Syaiful. Dengan agenda terakhir on site evaluation adalah melihat keunggulan yang dimiliki umsida, selasa (17/9).

Kepedulian Umsida untuk selalu memberikan Inovasi menarik pihak BSN. “Umsida kami lihat sebagai organisasi yang concern dalam pengembangan standar dan mutu layanan, ” ujar M Rosiawan. Inovasi pembelajaran yang dilakukan Umsida disampaikan oleh Hana Catur Wahyuni MT, “kami mengapresiasi karya tulis ilmiah mahasiswa, dalam hal ini skripsi, untuk dicetak dan diberi hak cipta, ” jelasnya.

Dalam sesi penutupan, Tim Evaluator menyampaikan rasa terimakasih atas keikutsertaan Umsida dalam SNI Award 2019.  Hasil on site evaluation  nantinya akan disampaikan kepada Dewan Juri BSN. Selanjutnya, pengumuman akan disampaikan setelah semua proses penilaian terlewati. Penghargaan SNI Award diberikan kepada perussahaan dengan komitmen penerapan kinerja yang baik.

Hadir di Umsida, BSN lakukan On site Evaluation SNI Award 2019

Dalam rangka menuju Internasionalisasi perguruan tinggi, universitas muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) terpilih berkompetisi dalam SNI Award.

Dimulai dari kunjungan Badan Standarisasi nasional (BSN) ke Umsida pada acara On site Evaluation SNI Award 2019, senin – selasa (16-17/9). Tim elevator BSN diwakili oleh M Rosiawan dan Syaiful. Bertempat di ruang rapat gedung rektorat kampus I, acara tersebut dihadiri oleh seluruh pimpinan Umsida.  M Rosiawan salah satu elevator memberikan penjelasan tentang kategori peningkatan mutu kalangan perguruan tinggi. Salah satunya  standarisasi dalam meningkatkan kualitas dan daya saing, “Peningkatan kualitas perguruan tinggi nantinya akan memberikan dampak positif terhadap akreditasi perguruan tinggi,” jelasnya.

Proses On site Evaluation SNI Award 2019 dimulai setelah BSN memberikan angket kuisioner berkaitan dengan unit kerja Umsida. Setelah on site evaluation, dewan juri dari pihak BSN akan memberikan penilaian terhadap kinerja unit di Umsida.Rektor umsida memberikan tanggapan positif terkait dengan On site Evaluation SNI award. Ia menjelaskan jika Umsida adalah perguruan tinggi Muhammadiyah yang menduduki posisi kedua di Jawa Timur, “klasterisasi perguruan tinggi swasta oleh dikti, Umsida terletak di urutan 151,” ujarnya.

 

Terobosan terbaru terkait dengan peningkatan mutu perguruan tinggi dijelaskan oleh rektor Umsida Dr H Hidayatulloh M Si, “Seluruh jajaran pimpinan di Umsida tidak hanya dibekali dengan kemampuan kinerja tapi juga harus memiliki kelebihan dalam hal penguasaan Al-islam,” jelasnya. Penguasaan Al-islam tidak hanya untuk pimpinan dan karyawan Umsida, mahasiswa juga dituntut mampu menguasai baca Qur’an yang nantinya akan mendapatkan sertifikasi baca qur’an. Sehingga karakter Umsida sebagai perguruan tinggi swasta yang unggul dan islami bisa terwujud.

 

Untuk mendukung soft skill mahasiswa, universitas menyediakan magang bersertifikat di perusahaan swasta ataupun Badan usaha milik Negara. sedangkan untuk para mahasiswa yang telah berakhir masa studinya di Umsida, mereka akan mengikuti sertifikasi kompetensi yang dilakukan oleh lembaga sertifikasi profesi Umsida. Proses standardisasi dilaksanakan mulai dari merencanakan, merumuskan, menetapkan, menerapkan, memberlakukan, memelihara dan mengawasi dengan melibatkan semua pemangku kepentingan. Standar Nasional Indonesia (SNI) yang ditetapkan oleh BSN disusun dengan memperhatikan syarat keselamatan, keamanan, kesehatan, lingkungan hidup, perkembangan Iptek maupun kesepakatan internasional.

Tingkatkan Mutu Akademik, UMSIDA Adakan Pelatihan Auditor Akademik Internal

Good Governance menjadi isu yang sangat penting dalam pengelolaan organisasi. Konsep ini dikembangkan di semua lini dalam pengelolaan organisasi termasuk lembaga akademis. Universitas Muhammadiyah (UMSIDA), melalui Badan Penjaminan Mutu (BPM) yang bekerja sama dengan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menyelenggarakan pelatihan Audit Akademik Internal yang diselenggarakan di UMSIDA pada 7-8 Agustus 2019 di kampus UMSIDA Sidoawayah, Sidoarjo.

Tujuan pelatihan ini, seperti disampaikan oleh narasumber tim asistensi Diktilitbang PP Muhammadiyah Munawar Khalil, MA., agar masing-masing PTM dan PTA dapat melakukan audit mutu internal sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan. “Audit internal selain sebagai keharusan konstitusi, juga sebagai acuan dari sistem manajemen PTM dan PTA,” terang Munawar, Rabu (7/8/2019).

Dalam pelatihan ini peserta diharapkan dapat memahami bagaimana manajemen audit dan metode audit. “Peserta diharapkan juga dapat membuat rubrikasi audit dan daftar pertanyaan audit,” ucap Munawar. Munawar berharap, karena audit internal merupakan keharusan konstitusi, maka harapannya setelah pelatihan ini peserta sudah dapat mencantumkan audit mutu internal dalam kalender akademiknya.

Dalam sambutannya, Rektor USMSIDA Dr. Hidayatulloh M.Si mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bagian dari komitmen insitusional untuk meningkatkan mutu akademik di UMSIDA. “Universitas Muhammadiyah Sidoarjo sebagai lembaga pendidikan tinggi dituntut untuk menata diri sehingga menjadi perguruan tinggi yang efisien dan dikelola secara profesional, akuntable, dan transparan,” ujar Dr. Hidayatulloh, M.Si. “Diharapkan para auditor dapat mendukung kegiatan akademik di Umsida,” lanjutnya.

Kegiatan ini melatih 25 dosen yang akan tersertifikasi sebagai Auditor Akademik Internal dan memiliki kompetensi untuk menjalankan fungsinya sebagai auditor akademik. Keberadaan 25 Auditor Akademik Internal UMSIDA dipersiapkan untuk membantu fakultas, jurusan, dan prodi dalam melakukan evaluasi sistem dan pelaksanaan akademik, disamping berperan sebagai katalisator dan konsultan akademik internal.

Kepala Badan Penjamin Mutu UMSIDA Dr. Nurdyanysah M.Pd mengungkapkan bahwa sistem mutu diharapkan juga menjadi bagian dari tradisi yang dikembangkan di UMSIDA, lebih khusus dalam hal konteks akademik. “Seluruh peserta pelatihan dapat menjadi auditor yang kompeten dan membudayakan standar mutu di Umsida,” ungkapnya. (adji)

Re-Sertifikasi ISO 9001:2015

Untuk memantapkan konsistensi penerapan Sistem Manajemen Mutu yang telah diterapkan BPM-UMSIDA terhadap standar ISO 9001:2015, maka pada tanggal, 24-25 September 2018 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo melaksanakan Re-Sertifikasi ISO 9001:2015 Oleh MSC Global yang diharapkan dapat meningkatkan tingkat kepuasan pengguna terhadap pelayanan di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Pelatihan Auditor Internal Non Akademik

BPM UMSIDA terus berupaya dalam meningkatkan kualitas pengendalian internal. Salah satu agenda BPM UMSIDA dalam upaya peningkatan kualitas pengendalian internal adalah dengan melaksanakan Pelatihan Auditor Internal Non Akademik pada 14-15 Agustus 2018, yang di ikuti oleh Tim Auditor Internal Non Akademik, bertempat di Kampus I UMSIDA, Jl. Mojopahit 666B Sidoarjo.

Open Recruitment Auditor Internal Akademik 2018

BPM UMSIDA Membuka Recruitment Auditor Internal Akademik 2018, dengan persyaratan sebagai berikut :

  1. Dosen Tetap UMSIDA.
  2. Minimal memiliki Jabatan Fungsional Asisten Ahli atau dalam proses pengurusan Asisten Ahli (surat keterangan dari BPSDM).
  3. Memahami bisnis proses di UMSIDA.
  4. Mengumpulkan surat pernyataan dan rekomendasi dari Pimpinan Fakultas (form dapat di download di web BPM).
  5. Semua persyaratan selambat-lambatnya disampaikan secara langsung di ruang BPM, 2 Juli-14 Juli 2018.
  6. Bersedia mengikuti seluruh proses pelatihan sebagai auditor internal.

Workshop Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP)

Dalam rangka meningkatkan mutu akademik dan layanan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), Badan Penjaminan Mutu  UMSIDA melaksanakan kegiatan Workshop Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), yang diikuti oleh Pengelola Fakultas, Prodi serta UJM dan GJM, pada hari Slasa, 08 Mei 2018, bertempat di Kampus IV UMSIDA. Adapun pemateri dari kegiatan ini adalah Muhammad Rosiawan, ST, MT.